<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6511630231051729112</id><updated>2011-04-21T17:34:06.201-07:00</updated><title type='text'>Zee_Qe.Blog</title><subtitle type='html'>" Media Pengembangan Diri "</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zeeqe.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zeeqe.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>M.KhoirurRozikin,S.Psi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06252998933769791059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6Vn5iLXwGU/SRsg4r-yaRI/AAAAAAAAAAo/Pir2CI-CbXU/S220/100_1662.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6511630231051729112.post-88066873414025216</id><published>2008-11-18T07:10:00.001-08:00</published><updated>2008-11-18T07:10:47.970-08:00</updated><title type='text'>Trauma</title><content type='html'>&lt;p&gt; Trauma berasal dari bahasa Yunani yang berarti luka (Cerney, dalam Pickett, 1998). Kata trauma digunakan untuk menggambarkan kejadian atau situasi yang dialami oleh korban. Kejadian atau pengalaman traumatik akan dihayati secara berbeda-beda antara individu yang satu dengan lainnya, sehingga setiap orang akan memiliki reaksi yang berbeda pula pada saat menghadapi kejadian yang traumatik.  Pengalaman traumatik adalah suatu kejadian yang dialami atau disaksikan oleh individu, yang mengancam keselamatan dirinya (Lonergan, 1999). Oleh sebab itu, merupakan suatu hal yang wajar ketika seseorang mengalami &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; baik secara fisik maupun emosional sebagai suatu reaksi stres atas kejadian traumatik tersebut. Kadangkala efek &lt;em&gt;aftershock&lt;/em&gt; ini baru terjadi setelah beberapa jam, hari, atau bahkan berminggu-minggu. Respon individual yang terjadi umumnya adalah perasaan takut, tidak berdaya, atau merasa ngeri. Gejala dan simtom yang muncul tergantung pada seberapa parah kejadian tersebut. Demikian pula cara individu menghadapi krisis tersebut akan tergantung pula pada pengalaman dan sejarah masa lalu mereka. &lt;/p&gt; Menurut Stamm (1999), stres traumatik merupakan suatu reaksi yang alamiah terhadap peristiwa yang mengandung kekerasan (seperti kekerasan kelompok, pemerkosaan, kecelakaan, dan bencana alam) atau kondisi dalam kehidupan yang mengerikan (seperti kemiskinan, deprivasi, dll). Kondisi tersebut disebut juga dengan stres pasca traumatik (atau Post Traumatic Stress Disorder/ PTSD). Menurut Pickett (1998), ada dua bentuk simtom yang dialami oleh individu yaitu : (1) adanya ingatan terus menerus tentang kejadian atau peristiwa tersebut, dan (2) mengalami mati rasa atau berkurangnya respon individu terhadap lingkungannya. Kondisi tersebut selanjutnya akan mempengaruhi fungsi adaptif individu dengan lingkungannya. Seringkali, peristiwa yang traumatik akan sangat menyakitkan sehingga bantuan dari para ahli akan diperlukan dalam mengatasi trauma yang dialami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6511630231051729112-88066873414025216?l=zeeqe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zeeqe.blogspot.com/feeds/88066873414025216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6511630231051729112&amp;postID=88066873414025216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/88066873414025216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/88066873414025216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zeeqe.blogspot.com/2008/11/trauma.html' title='Trauma'/><author><name>M.KhoirurRozikin,S.Psi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06252998933769791059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6Vn5iLXwGU/SRsg4r-yaRI/AAAAAAAAAAo/Pir2CI-CbXU/S220/100_1662.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6511630231051729112.post-1437455676098367133</id><published>2008-11-18T06:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T06:25:09.389-08:00</updated><title type='text'>10 "Kepribadian Ganda" Orang-orang Kreatif</title><content type='html'>&lt;a href="http://popsy.wordpress.com/2008/09/11/5-tokoh-yang-mendobrak-batas-antara-jenius-dengan-gila/" target="_blank"&gt;Beberapa orang kreatif itu memang juga sekaligus gila&lt;/a&gt;, tapi tentu tidak semuanya. Rasanya kita tahu beberapa kisah mengenai tokoh-tokoh kreatif yang sebenarnya baik-baik saja, tapi pada awal karirnya dikira kurang waras atau pada masa kecilnya malah dianggap agak idiot. Hingga kini, bahkan ekspresi kekaguman kita terhadap manusia semacam ini berbentuk gelengan kepala yang menunjukkan sejumput rasa tidak percaya dan tidak mengerti. Apa yang membuat kita sulit sekali untuk memahami mereka? &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut Mihaly Csikszentmihalyi, seorang pakar kreativitas yang telah 30 tahun meneliti kehidupan orang-orang kreatif, kesalahpahaman dalam menghadapi mereka sering timbul karena pada dasarnya individu yang kreatif memang memiliki kepribadian yang lebih kompleks dibanding orang lain. Jika kepribadian manusia biasa pada umumnya memiliki kecenderungan ke arah tertentu, maka kepribadian orang kreatif terdiri dari sifat-sifat berlawanan yang terus-menerus ‘bertarung’, tapi di sisi lain juga hidup berdampingan dalam satu tubuh. Apa saja sifat-sifat kontradiktif mereka?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-231"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif memiliki tingkat energi yang tinggi, tapi mereka juga membutuhkan waktu lama untuk beristirahat&lt;/strong&gt;. Mereka tahan berkonsentrasi dalam waktu yang lama tanpa merasa jenuh, lapar, atau gatal-gatal karena belum mandi. Tapi begitu sudah selesai, mereka juga bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengisi ulang tenaga mereka; Di mata orang luar, mereka jadi terlihat seperti orang termalas di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif pada umumnya juga cerdas, tapi di sisi lain mereka tidak segan-segan untuk berpikir ala orang goblok dalam memandang persoalan.&lt;/strong&gt; Ketimbang terpaku sejak awal pada satu macam penyelesaian (‘cara yang benar’), mereka memulai pemecahan masalah dengan berpikir divergen: Mengeluarkan sebanyak mungkin dan seberagam mungkin ide yang terpikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif adalah orang yang &lt;em&gt;playful&lt;/em&gt;, tapi mereka juga penuh disiplin dan ketekunan.&lt;/strong&gt; Tidak seperti dewasa lainnya yang melihat dunia dengan kacamata super-serius, orang-orang kreatif memandang bidang peminatan mereka seperti taman ria. Mereka melakukan pekerjaannya dengan begitu antusias sehingga terkesan seperti sedang bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan ‘mainannya’.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pikiran orang-orang kreatif selalu penuh imajinasi dan fantasi, tapi mereka juga tak lupa untuk tetap kembali ke realitas.&lt;/strong&gt; Mereka mampu menelurkan ide-ide gila yang belum pernah tercetus oleh 6 milyar manusia lain, tapi yang membuat mereka bukan sekedar pemimpi di siang bolong adalah usaha mereka untuk menjembatani dunia khayalan mereka dengan kenyataan sehingga orang lain bisa ikut mengerti dan menikmatinya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif cenderung bersifat introvert &lt;em&gt;dan&lt;/em&gt; ekstrovert.&lt;/strong&gt; Pada kebanyakan orang lain, biasanya ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi kedua sifat itu tampaknya muncul dalam porsi yang setara pada orang-orang kreatif. Mereka sangat menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan orang-orang kreatif lain yang sehobi) maupun kesendirian total ketika mengerjakan sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif biasanya rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannya. &lt;/strong&gt;Mereka sadar bahwa ide-ide mereka tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan inspirasi dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi panutan mereka. Mereka juga terfokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga prestasi di masa lalu tidak sebegitu berartinya bagi mereka.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif adalah androgini&lt;/strong&gt;; Mereka mendobrak batas-batas yang kaku dari stereotipe gender mereka. Laki-laki yang kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibanding laki-laki lain yang tidak begitu kreatif, sementara perempuan yang kreatif juga lebih dominan dan ‘keras’ dibanding perempuan pada umumnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif adalah pemberontak, tapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai tradisi lama. &lt;/strong&gt;Tentu sulit menyematkan nilai kreativitas pada sebuah teori atau karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tapi orang-orang kreatif tidak ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada; Ada unsur ‘perbaikan’ atau ‘peningkatan’ yang harus dipenuhi, dan itu hanya bisa dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya untuk bisa menerabasnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif sangat bersemangat mendalami pekerjaannya, tapi mereka juga bisa sangat obyektif menilai hasilnya.&lt;/strong&gt; Tanpa hasrat yang menggebu-gebu, mereka mungkin sudah menyerah sebelum sempat mewujudkan ide kreatif mereka yang sulit dinyatakan, tapi mereka juga tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hebat tanpa kemampuan untuk mengkritik diri dan karya sendiri habis-habisan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang-orang kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada lingkungan. &lt;/strong&gt;Sifat ini menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tapi juga membuat mereka sering gelisah -bahkan menderita. Sesuatu yang tidak beres di sekitar mereka, kritik dan cemooh terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai sebagaimana mestinya, hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang biasa.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6511630231051729112-1437455676098367133?l=zeeqe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zeeqe.blogspot.com/feeds/1437455676098367133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6511630231051729112&amp;postID=1437455676098367133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/1437455676098367133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/1437455676098367133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zeeqe.blogspot.com/2008/11/10-kepribadian-ganda-orang-orang.html' title='10 &quot;Kepribadian Ganda&quot; Orang-orang Kreatif'/><author><name>M.KhoirurRozikin,S.Psi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06252998933769791059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6Vn5iLXwGU/SRsg4r-yaRI/AAAAAAAAAAo/Pir2CI-CbXU/S220/100_1662.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6511630231051729112.post-1107098093277815641</id><published>2008-11-18T06:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T06:18:27.823-08:00</updated><title type='text'>Mengetahui Kebohongan Dari Kedipan Mata</title><content type='html'>&lt;p&gt;Banyak orang yang peka dengan bahasa tubuh manusia dan terlatih intuisinya untuk menerka apakah seseorang berbohong atau tidak, tapi hanya sedikit yang bisa menjelaskan bagian mana yang membuat mereka yakin, “pokoknya tau aja!”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Sharon Sheal dari Portsmouth University, Inggris, menunjukkan bahwa orang-orang yang berbohong akan lebih jarang berkedip ketika sedang menyampaikan kebohongannya. Menurut Dr. Sheal, ini disebabkan karena mereka membutuhkan konsentrasi dan usaha yang lebih keras untuk menciptakan cerita yang konsisten dan dapat dipercaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena hal itu pula, setelah selesai berbohong mereka juga akan cenderung berkedip lebih sering (sampai 8 kali lipat) dibandingkan dengan orang yang tidak berbohong…yang diduga Dr. Leal sebagai semacam sarana pelepasan setelah sebelumnya menahan kedipan mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada yang tertarik mencoba menguji kembali hasil penelitian ini secara pribadi? &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6511630231051729112-1107098093277815641?l=zeeqe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zeeqe.blogspot.com/feeds/1107098093277815641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6511630231051729112&amp;postID=1107098093277815641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/1107098093277815641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/1107098093277815641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zeeqe.blogspot.com/2008/11/mengetahui-kebohongan-dari-kedipan-mata.html' title='Mengetahui Kebohongan Dari Kedipan Mata'/><author><name>M.KhoirurRozikin,S.Psi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06252998933769791059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6Vn5iLXwGU/SRsg4r-yaRI/AAAAAAAAAAo/Pir2CI-CbXU/S220/100_1662.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6511630231051729112.post-4531615148069767555</id><published>2008-11-10T22:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T22:12:25.367-08:00</updated><title type='text'>Gangguan stress Pasca Trauma</title><content type='html'>Gangguan Stres Pasca Trauma merupakan gangguan mental pada seseorang yang muncul setelah mengalami suatu pengalaman traumatik dalam kehidupan atau suatu peristiwa yang mengancam keselamatan jiwanya. Sebagai contoh peristiwa perang, perkosaan atau penyerangan secara seksual, serangan yang melukai tubuh, penyiksaan, penganiayaan anak, peristiwa bencana alam seperti : gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, kecelakaan lalu lintas atau musibah pesawat jatuh. Orang yang mengalami sebagai saksi hidup kemungkinan akan mengalami gangguan stres.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6511630231051729112-4531615148069767555?l=zeeqe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zeeqe.blogspot.com/feeds/4531615148069767555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6511630231051729112&amp;postID=4531615148069767555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/4531615148069767555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/4531615148069767555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zeeqe.blogspot.com/2008/11/gangguan-stress-pasca-trauma.html' title='Gangguan stress Pasca Trauma'/><author><name>M.KhoirurRozikin,S.Psi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06252998933769791059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6Vn5iLXwGU/SRsg4r-yaRI/AAAAAAAAAAo/Pir2CI-CbXU/S220/100_1662.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6511630231051729112.post-2342446366943710625</id><published>2008-09-04T07:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T07:55:34.518-07:00</updated><title type='text'>KEPRIBADIAN</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;               &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://rumahbelajarpsikologi.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=41" target="_blank" onclick="window.open('http://rumahbelajarpsikologi.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=41','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="PDF"&gt;      &lt;img src="http://rumahbelajarpsikologi.com/templates/rbpthemes/images/pdf_button.png" alt="PDF" name="PDF" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://rumahbelajarpsikologi.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=41&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=61" target="_blank" onclick="window.open('http://rumahbelajarpsikologi.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=41&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=61','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Print"&gt;       &lt;img src="http://rumahbelajarpsikologi.com/templates/rbpthemes/images/printButton.png" alt="Print" name="Print" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://rumahbelajarpsikologi.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=41&amp;amp;itemid=61" target="_blank" onclick="window.open('http://rumahbelajarpsikologi.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=41&amp;itemid=61','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="E-mail"&gt;      &lt;img src="http://rumahbelajarpsikologi.com/templates/rbpthemes/images/emailButton.png" alt="E-mail" name="E-mail" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" valign="top"&gt;      &lt;!-- google_ad_section_start --&gt; &lt;p&gt;KEPRIBADIAN menurut Allport adalah:&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;…sebuah organisasi dinamis di dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Sedangkan menurut Pervin dan John:&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;kepribadian mewakili karakteristik individu yang terdiri dari pola-pola pikiran, perasaan dan perilaku yang konsisten.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe (&lt;em&gt;type&lt;/em&gt;). Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li&gt;Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:     &lt;ul type="circle"&gt;&lt;li&gt;Trait relatif stabil dari waktu ke waktu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trait konsisten dari situasi ke situasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:     &lt;ul type="circle"&gt;&lt;li&gt;ada proses adaptif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;adanya perbedaan kekuatan, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kombinasi dari trait yang ada&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teori trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allport mengenalkan istilah central trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Oleh sebab itu Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sama seperti Allport, Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehubungan dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, terdapat 4 pemahaman penting yang perlu diperhatikan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi&lt;br /&gt;kepribadian&lt;br /&gt;2. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non-genetik adalah faktor yang paling bertanggungjawab&lt;br /&gt;akan perbedaan lingkungan pada orang-orang&lt;br /&gt;3. Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis&lt;br /&gt;kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.&lt;br /&gt;4. Meski terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6511630231051729112-2342446366943710625?l=zeeqe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zeeqe.blogspot.com/feeds/2342446366943710625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6511630231051729112&amp;postID=2342446366943710625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/2342446366943710625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/2342446366943710625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zeeqe.blogspot.com/2008/09/kepribadian.html' title='KEPRIBADIAN'/><author><name>M.KhoirurRozikin,S.Psi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06252998933769791059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6Vn5iLXwGU/SRsg4r-yaRI/AAAAAAAAAAo/Pir2CI-CbXU/S220/100_1662.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6511630231051729112.post-4698221423192311891</id><published>2008-08-23T08:26:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T08:30:31.894-07:00</updated><title type='text'>Internet dan Explorasi Diri</title><content type='html'>&lt;span font=""    style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;color:black;"&gt;Apakah internet dapat digunakan sebagai alat untuk                          eksplorasi diri? Pertanyaan tersebut bukanlah tanpa                          alasan mengingat bahwa banyak situs yang menampilkan                          berbagai test EQ maupun IQ. Selain itu teknologi dunia                          maya ini memberikan banyak kesempatan kepada individu                          untuk mengekspresikan diri secara unik. Namun demikian                          para Psikolog berpendapat, kalau seseorang gagal                          mengintegrasikan antara diri sejati dengan diri yang                          diekspresikan secara berbeda di internet, maka hal ini                          akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan pribadi orang                         tersebut.&lt;/span&gt;                         &lt;p font="" style="margin-right: 20px;" align="justify"&gt;&lt;span font=""    style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;color:black;"&gt;Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi                          diri, para Psikolog memandang hal tersebut tergantung                          dari pribadi si penggunanya. Tentu internet akan                          bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang,                          dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau                          kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi                          jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi                          diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia                          menutup diri terhadap komunikasi sosial entah karena                          keasikan &lt;i&gt;ngebrowse&lt;/i&gt; atau karena internet dipakai                          sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan                          dengan kepribadiannya. Hal itu dapat terjadi karena ada                          individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada                          saat &lt;i&gt;online&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;offline&lt;/i&gt;. Motivasi                          dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang                          lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah                          karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap                          dirinya sendiri (mungkin karena rasa minder, malu, atau                          merasa tidak pantas), lantas menciptakan dan menampilkan                          kepribadian yang lain sekali dari dirinya yang asli.                          Seringkali ia lebih suka pada kepribadian hasil rekayasa                          yang baru karena tampak ideal baginya. Padahal, menurut                          para Psikolog, hal ini tidak benar dan tidak sehat.                          Mengapa demikian?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p font="" style="margin-right: 20px;" align="justify"&gt;&lt;span font=""    style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;color:black;"&gt;Michelle Weil, seorang Psikolog dan pengarang buku                          terkenal, memberikan contoh konkrit tentang seorang                          gadis yang dijauhi oleh teman-temannya lalu kemudian                          menghabiskan waktu untuk mojok &lt;i&gt;berchatting&lt;/i&gt; ria                          dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif                          dengan karakter aslinya. Akibatnya, lama kelamaan ia                          semakin jauh dengan kenyataaan sosial yang ada, bahkan                          tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut pakar                          psikoanalisa terkenal seperti Erich Fromm, kondisi                          demikian dinamakan &lt;i&gt;neurosis&lt;/i&gt;. Kondisi                          &lt;i&gt;neurosis&lt;/i&gt; yang berkepanjangan akan mengakibatkan                          gangguan jiwa yang serius. Michelle lebih lanjut                          menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya                          &lt;i&gt;kepribadian online&lt;/i&gt; yang berbeda dengan yang asli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p font="" style="margin-right: 20px;" align="justify"&gt;&lt;span font=""    style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;color:black;"&gt;Tentu saja ada pengaruh positif dari penggunaan                          (bukan kecanduan) internet terhadap kepribadian                          seseorang. Reid Steere, seorang Sosiolog dari Los                          Angeles mengatakan, jika seseorang menggunakan internet                          sebagai media eksplorasi diri dengan kesadaran penuh, ia                          akan mengalami pertumbuhan sebagai hasil dari refleksi                          dirinya secara utuh melalui internet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6511630231051729112-4698221423192311891?l=zeeqe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zeeqe.blogspot.com/feeds/4698221423192311891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6511630231051729112&amp;postID=4698221423192311891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/4698221423192311891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6511630231051729112/posts/default/4698221423192311891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zeeqe.blogspot.com/2008/08/internet-dan-explorasi-diri.html' title='Internet dan Explorasi Diri'/><author><name>M.KhoirurRozikin,S.Psi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06252998933769791059</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6Vn5iLXwGU/SRsg4r-yaRI/AAAAAAAAAAo/Pir2CI-CbXU/S220/100_1662.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
